Beranda Beranda

Beranda

Aku Iri, pada Kabut

Demi Sesuap Nasi

Ikuti Kami

0penggemarSuka
1,521PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Advertisment

Aku Iri, pada Kabut

Oleh: @fransiskaiska Aku Iri, pada Kabut Bukit itu masih menggigil, tak berdaya dalam pelukan kabut Mereka saling berpelukan menunggu matahari terbit Kamu, menggigil di atas bukit, dan tertawa menunggu matahari...

Demi Sesuap Nasi

Oleh: @thareqakmal Ah, tak mungkin rasanya Seseorang tak bisa makan sehari Gemerlap di mana mana Semenjak jaman reformasi Tapi ternyata ada buktinya Bahwa hal demikian masih di sini Makan cukup masih...

Para Pemangsa

# Semua diam ketika makan. Tenang, dan tenggelam dalam kenikmatan yang didapat dari masing-masing piringnya. Suap per suap pun menjadi sangat khidmat, mengalahkan ibadah-ibadah lalu, yang diagung-agungkan. Ada seorang yang...

Sebrengsek inikah rindu?

Oleh: @indah_amelia305 Pergilah cari tempat ternyaman yang lebih nyaman dari aku jika nanti aku rumah untukmu sejauh apapun kau pergi dariku kau akan tetap kembali padaku. Pagi...

Belajar (jadi diri) sendiri lagi

Ketahuilah satu hal yang pasti, jangan jadikan seseorang rumahmu. Suatu hari nanti, aku akan kembali menemuimu, wahai jiwa-jiwa yang berbahagia, yang melihat cinta layaknya matahari terbit...

Semilir Angin Menjadi Badai

Malam itu terasa begitu dingin, semilir-semilir angin restoran yang berada di lantai 56 ini membuatku yang mengenakan rok mini ini menggigil kedinginan. Aku lupa...

Kita yang Saling Mencari

Oleh: @ririnsudjono Tentang waktu yang tak pernah bisa berbohong… Maafkan aku yang datang terlambat di hidupmu. Bersusah payah kau mencariku, hadir silih berganti di hati yang...

Rindu (?)

Oleh: @zakiyyamaftuh Tidak semua bentuk kerinduan bisa dilampiaskan dalam bentuk jumpa dan sapa. Bentuk kerinduan terbesar, mungkin hanya akan dilampiaskan dalam bentuk air mata.

Sebuah Omong Kosong

Oleh: @fmfariz Malam yang tak biasa untuknya, malam biasa untukku. Malam sudah lama bercengkrama denganku hingga tidak dapat lagi kubedakan pendar semu cahayanya dengan terik sinar...

Terima Kasih Papa, karena Selalu Membukakanku Pintu Pulang

Aku tak ingat berapa kali papa terbangun karena panggilan dari telepon genggamnya di tengah malam. Ya, panggilan dariku selalu membuat ia terbangun, tak peduli...

 Terima Kasih Kamu, karena Membiarkanku Tahu

“Jangan-jangan..” Bagaimana jika ternyata ada cabai yang menyelip di sela-sela gigiku ketika pertama kali bertemu dengannya? Atau ada kutu yang tak sengaja melompat dari rambutku...

Terima Kasih Aksara, karena Semesta Menjadi Ada

Aksara adalah zat yang mendasari aku, kamu, dan kita. Dimana beranjak dewasa adalah proses mencintai aksara, Mulai dari belajar mendengar, berbicara, hingga berkarya. Aksara adalah zat yang...

Kepada pertemuan, Tentang perpisahan

Oleh: @utamibrigitta mengapa surya benderang bila akhirnya tenggelam mengapa ada siang bila akhirnya diganti malam mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan mengapa kita berjumpa bila akhirnya dijauhkan mengapa genggam tanganku bila akhirnya kau lepas...

Kepada Surat, tentang Kehilangan

Tentang kejadian kemarin itu, aku akan menjaganya sebagai yang tak pernah ada. Apalagi pernah terjadi di saat cuaca kenangan sedang memukau seperti sekarang. Mari...

Kepada Pesawat, tentang Mimpi-mimpinya yang Selalu Ingin Terbang

Lani masih berdiri di tepi bandara. Di batas pagar besi yang menjulang tinggi ia terpaku. Ia selalu takjub melihat pesawat-pesawat itu. Hampir setiap sore...

Populer Sekarang

Aku Iri, pada Kabut

Oleh: @fransiskaiska Aku Iri, pada Kabut Bukit itu masih menggigil, tak berdaya dalam pelukan kabut Mereka saling berpelukan menunggu matahari terbit Kamu, menggigil di atas bukit, dan tertawa menunggu matahari...

Demi Sesuap Nasi

Oleh: @thareqakmal Ah, tak mungkin rasanya Seseorang tak bisa makan sehari Gemerlap di mana mana Semenjak jaman reformasi Tapi ternyata ada buktinya Bahwa hal demikian masih di sini Makan cukup masih...

Kepada pertemuan, Tentang perpisahan

Oleh: @utamibrigitta mengapa surya benderang bila akhirnya tenggelam mengapa ada siang bila akhirnya diganti malam mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan mengapa kita berjumpa bila akhirnya dijauhkan mengapa genggam tanganku bila akhirnya kau lepas...

Para Pemangsa

# Semua diam ketika makan. Tenang, dan tenggelam dalam kenikmatan yang didapat dari masing-masing piringnya. Suap per suap pun menjadi sangat khidmat, mengalahkan ibadah-ibadah lalu, yang diagung-agungkan. Ada seorang yang...

SERAMPANGAN

Oleh:  @ucharname September, 2014 Akan selalu ada seseorang yang datang menebar cinta Membuang luka dengan serampangan. Lalu meninggalkan jejak tak terhilangkan

Kita yang Saling Mencari

Oleh: @ririnsudjono Tentang waktu yang tak pernah bisa berbohong… Maafkan aku yang datang terlambat di hidupmu. Bersusah payah kau mencariku, hadir silih berganti di hati yang...