Belajar (jadi diri) sendiri lagi

0
514
dilihat

Ketahuilah satu hal yang pasti, jangan jadikan seseorang rumahmu.

Suatu hari nanti, aku akan kembali menemuimu, wahai jiwa-jiwa yang berbahagia,
yang melihat cinta layaknya matahari terbit dan terbenam,
dan memeluk kenangan layaknya matahari yang sebenarnya tidak pernah pergi tapi hanya bersembunyi.

Untuk hatiku,
pada saat-saat seperti ini, kamu akan banyak merasakan sakit,
bahkan nanti akan ada saat di mana kamu akan menangis karena memang sakitnya benar-benar terasa sakit,
seperti yang kamu lakukan dua atau tiga hari yang lalu,
di malam saat kamu menutup pintu dan jendelamu,
lalu menutup wajahmu dengan bantal, agar suara tangismu tidak terdengar lalu membangunkan kedua orang tuamu yang sedang istirahat dari masalahnya mereka masing-masing.
Ketahuilah, apapun yang terjadi, cinta seorang anak manusia tidak akan pernah bisa mengalahkan cinta sinar matahari yang menyinari orang yang baik dan jahat, orang yang berdosa dan tidak berdosa.

Untuk hatiku,
obatmu saat ini adalah air putih dan teh manis hangat,
mulailah kembali membaca dan mewarnai,
jadikan buku temanmu, dan doa kawanmu.
Tutuplah matamu untuk tidur jika memang malam sudah menjemput,
jangan menghabiskan waktumu untuk mengkhawatirkan ataupun memikirkan hal yang tidak lagi memperhitungkanmu,
dan ingat; apapun yang terjadi, berbuat baiklah selalu,
jadilah kehangatan bagi siapapun yang ada di sekitarmu,
beritahu kepada mereka tentang kasih yang masih gratis,
dan ceritakanlah tentang kebahagiaanmu dan juga kesedihanmu, jika engkau mau.
Percayalah, bahwa suatu saat nanti kamu akan kembali lagi merasa penuh, seperti ada kembang api yang menyala-nyala di hatimu, menarilah dengan kakimu yang kecil, dan tersenyumlah lebih sering.

Untuk hatiku,
aku tahu aku sedang menuntut banyak, tapi aku tidak mungkin mengatakan ini padamu jika tidak dengan maksud dan doa yang baik akan dirimu,
aku ingin kamu berbahagia,
walau sekarang malam tidak lagi disinari rembulan,
dan siang terasa terlalu panas.
Aku ingin kamu tahu, bahwa aku ada di sini untukmu,
jangan sembunyikan kesedihanmu daripadaku, karena bagaimanapun juga aku tahu kamu.
Kamu bagian dari diriku bahkan sejak kita belum mengenal satu sama lain.
Seperti Tuhan di atas sana, aku tahu kamu,
walau tidak sebanyak yang Ia tahu, tapi aku sedang belajar.
Belajar untuk mengerti bahwa orang lain tidak memiliki tanggung jawab untuk mengisi bagian-bagian dari tubuhmu yang kosong,
karena aku baru sadar sekarang bahwa kekosongan itu memang selamanya akan ada di situ,
kita hanya belajar untuk hidup bersamanya saja,
bersama dengan segala ketakutan, kerinduan, dan ketidaksempurnaannya.
Itu yang membuat kamu hatiku, dan itu yang membuat aku milikmu.

Jika suatu saat nanti, ada orang yang datang mengetuk pintumu,
bukalah jika memang engkau mau,
diamkanlah jika memang engkau belum siap.
Ambillah waktu sebanyak-banyaknya,
tidak ada yang perlu diburu-buru.
Aku di sini akan selalu bersamamu,
menjadi bagian dari dirimu,
di dalam rimba yang berbahagia ini,
di suatu tempat yang selalu kita panggil rumah.

Selamat tidur, hatiku,
selamat istirahat malam ini.
Pejamkan matamu, dan bersandarlah ke pundakku,
masih banyak hari esok untuk belajar jadi diri sendiri lagi.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama