Berada di Titik dan Koma

0
377
dilihat
Oleh: @ririnsudjono
Rasa marah itu harus diredam
Agar tak ada lagi dosa yang akan bertambah
Dan rasa sakit yang takkan pernah padam

Di penghujung waktuku yang kapan akan berakhir

Ku berjalan dalam sebuah lorong yang panjang
Sangat sepi tak ada suara langkah kaki
Terdengar hembusan suara angin
Tak peduli hanya diriku seorang

Bara api itu mudah untuk diredam
Tapi terlalu mudah untuk tersulut kembali
Berulang dan terjebak rasa geram
Bergejolak dalam sanubari

Ingin pergi menjauh
Namun tak mampu berlari
Raga yang terlalu rapuh
Berdiri dan tersungkur lagi

Kerikil itu adalah titik dan koma
Bukan penghalang atau hambatan
Tak bisa mundur menghindarinya
Kejam itulah sebuah kenyataan

Artikel SebelumnyaBeda
Artikel BerikutnyaSebuah Omong Kosong
BAGIKAN

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama