Bintang Laut

0
213
dilihat

Oleh: Phalita Gatra (@phalitagatra)

“Gelap,

Suhunya rendah. Dalam.

Mereka menyebutnya,

Zona Abisal”

Kemudian, satu bintang jatuh.

Bintang Aquarius.

Mengambang di zona litoral, terbawa ombak sampai zona neritik.

Terombang ambing bintang oleh arus ombak.

Kemudian, salah satu sudut bintang menembus zona basial.

Cahayanya membuat sakit mata! Terlalu terang!

Kemudian, semua sudutnya menyusup kedalam zona abisal.

Begitu cepat, namun lembut.

Semakin terang. Sekarang abisal menjadi bercahaya.

Abisal tidak mau membuka mata,

Takut. Takut akan hal-hal yang tidak ingin dilihat.

Abisal terbiasa akan gelap,

Akan dingin,

Akan hal-hal yang tak nampak. Kecuali sungut gada yang licik.

Sungut gada selalu menipu krustasea-krustasea yang takberdosa.

Krustasea mengikuti cahaya sungut gada.

Sungut gada kemudian melahap segerombolan krustasea-krustasea tersebut tanpa tersisa.

Itu mengapa abisal takut cahaya.

Cahaya itu tukang tipu!

Kali ini ada yang berbeda.

Bintang mengeluarkan cahaya yang bukan hanyamemberi terang.

Tapi juga memberi hangat.

Abisal membuka mata,

Dan disitu abisal bersatu dengan bintang.

Bintang,

Ia tidak tahu ia terang.

Ia hangat juga tidak tahu.

Kemudian, Ia tersesat jatuh ke lautan.

Bintang Aquarius suka air.

Tapi, bintang takut yang bergelombang, yang berarus, dan berombak.

Tapi bintang malah tenggelam.

Tenggelam sampai zona abisal.

Bintang kembali ke gelap dan dingin.

Tapi gelap dan dingin yang berbeda.

Sekarang bintang jadi tahu terangnya menerangi,

Sekarang bintang jadi tahu hangatnya menghangatkan.

Bintang yang tadi takut jadi tidak.

Bintang menari dalam gelombang.

Dan disitu bintang bersatu dengan abisal.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama