Hari yang Harus Ada

0
243
dilihat

Ingin sekali rasanya kutulis lagi semua hal yang belum sempat kita lakukan berdua. Tapi rasanya semua kini tidak perlu. Engkau telah pergi bersama harapan yang menggunung tentang masa depan. Aku tidak tahu apakah kau sempat menyisipkanku di dalamnya. Tapi yang jelas aku tahu kalaupun itu pernah, aku pasti berada pada bagian yang mudah terhapuskan. Maka di sinilah aku sekarang, menangis untuk ketidakpantasan yang aku sadari bahkan sejak belum memulai. Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, kita hanya tidak diciptakan untuk saling memahami dan itu jelas sesuatu yang harus diterima.

Selalu ada keikhlasan yang diuji karena hidup memang bukan pabrik penghasil hadiah dan pengabul permintaan. Meski begitu, coba sedikit melangkah mundur. Tengok di mana kita pernah tergagap untuk saling menatap. Tengok di saat kita pernah saling berpaling menahan malu. Dan tengok ketika kita pernah saling menjauh untuk berdusta, berdusta atas rasa yang tidak ingin kita akui. Bukankah itu terlalu manis untuk sekedar hilang? Setidaknya hadirkan kisah-kisah itu ketika kau temui nama lain yang pantas bagimu. Agar kau tahu betapa menyatukan dua pribadi adalah eksperimen sepanjang hidup yang tidak pernah bisa ditebak hasilnya.

Dan meski semua hipotesis dan kesimpulanmu adalah dua hal yang berseberangan, kau tidak boleh berhenti. Setidaknya kau sekali lagi berhasil membuktikan bahwa hipotesismu tidak benar. Aku tentu akan merindukan celotehmu, tapi biarlah saja. Waktu selalu bisa menyembuhkan. Aku juga tentu akan merindukan kehadiranmu, tapi biarlah saja. Waktu tidak pernah mengajak kita mundur meski sejengkal. Buih-buih rasa akan sirna di tepi pantai saat tepat kita menemukan pelabuhan kita masing-masing. Siluet senja yang mengingatkan kita tentang kehilangan, pasti lenyap tepat saat bulan hadir untuk menggantikan matahari. Jadi nikmati saja peralihan ini dalam riak-riak syukur karena kita masih bisa saling menyapa. Dua burung yang berkejaran, saat langit menyampaikan berkas biru ke bumi, kadang harus terbang terpisah meski kita tidak tahu alasannya kenapa.

Dan ketika dua manusia berjalan memilih arah yang berbeda kita juga tidak pernah tahu mengapa sebabnya. Rencana yang dibuat tidak pernah lebih pasti dari yang ditakdirkan untuk kita. Jika aku boleh mengintip sedikit bagaimana akhirnya, mungkin sudah kulakukan sejak dulu, tapi kerahasiaan menawarkan harapan tentang bilik-bilik indah yang tidak pernah kita bayangkan. Maka kenapa lagi kita harus mengeluh? Satu-satunya penyesalan yang ingin aku perbaiki adalah tentang kegagalan untuk menjadi pantas bagimu. Aku tidak pernah melihatmu begitu membutuhkanku, dan itu artinya aku tidak pernah berada pada keadaan yang seimbang denganmu. Di waktu yang akan datang ketika hendak aku memilih akan kupastikan aku mengukur diriku untuknya, agar tidak ada lagi waktu yang habis untuk menyesali kesalahan. Saat ini, yang aku tahu pasti, di ujung cerita kita akan kita temukan mengapa hari ini harus ada.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama