Kita yang Saling Mencari

0
55
dilihat

Oleh: @ririnsudjono

Tentang waktu yang tak pernah bisa berbohong…

Maafkan aku yang datang terlambat di hidupmu. Bersusah payah kau mencariku, hadir silih berganti di hati yang lain. Mungkin kau merasa tidak nyaman dari setiap hubunganmu bersama yang lain. Maafkan aku yang tidak sungguh-sungguh mencarimu. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, mencari jati diriku. Aku egois, terlalu takut, dan hanya bisa diam. Terlalu banyak peluang yang aku lewatkan, tapi aku hanya bisa berlalu.

Otak ini hanya bisa memberi perintah, untuk ku menentukan dermaga berlabuh. Tapi hati ini menolak dan lari menjauhi perintah tubuh. Dan kini aku hanya bisa duduk terpaku. Berpikir antara logika dan perasaan yang tidak berjalan beriringan. Seakan-akan pintu hatiku tertutup dan kehilangan kuncinya. Dan hanya bisa bersembunyi dan menutup diri.

Kamu yang sedang mencariku, maafkan aku yang belum bisa hadir di hidupmu. Maafkan kau harus menunggu lama menemukan pecahan hatimu yang hilang. Ribuan do’a terucap kau panjatkan kepada-Nya agar kau bisa menemukanku. Kau tak pernah lelah mengetuk setiap pintu yang kau datangi. Sampai pada akhirnya kau kecewa dengan pilihanmu dan pada akhirnya kau berhenti berpetualang.

Bertemu di titik dua…

Jangkar kapal ini siap untuk ditarik kembali, Kali ini aku yang bertindak sebagai kapten yang siap untuk mengarungi ganasnya ombak dan badai yang bisa menghadang kapan saja.  Aku harus siap menerima apapun resiko jika harus jatuh lagi pada lubang yang sama. Sampai pada akhirnya, aku melihat sebuah kapal yang hampir saja tenggelam.

Kakiku terus saja melangkah, tanpa ada rasa ragu untuk melangkah maju. Ku lihat ia sedang berdiri di puncak batu karang yang terjal. Langkah kaki kecil ini sulit untuk aku meraihnya. Meski ini sulit aku tidak berhenti melangkah. Sampai pada akhirnya, aku berada di belakangnya.

Kita tak perlu takut untuk saling mengejar, bukan menjadi lebih aktif atau lebih dominan, yang perlu kita lakukan saat ini adalah saling mencari, bukan menjadi lebih cepat atau lebih lambat.  Kita yang menentukan arah, menciptakan sebuah kesepakatan dan menyatukan tujuan.

Saling bergandengan tangan…

Artikel SebelumnyaTersemat
Artikel BerikutnyaSERAMPANGAN
BAGIKAN

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama