Melody

0
277
dilihat

Oleh: Phalita Gatra (@phalitagatra)

Melody datang tanpa mengetuk pintu ruangan Iagi. Ia langsung duduk di sofa berwarna merah maroon di depan rak-rak buku kayu berwarna cokelat tua.

 “Melody, biasakan ketuk pintu”,

Tapi, dokter.. aku terburu-buru”.

Melody memang terlihat tergesa-gesa, ia ngos-ngosan. Napasnya tidak beraturan dan banyak keringat menetes di keningnya yang lebar. Banyak titik-titik keringat di hidungnya yang mancung. Matanya yang runcing dan bulu matanya yang lentik tidak berhenti berkedip sembari mengatur napas lewat bibirnya yang tipis namun terlihat tebal karena giginya yang sedikit tonggos. Igi memberinya air mineral tanpa berbicara apapun, ia duduk di depan Melody sambil menatapnya menenggak air mineral tersebut hingga tetes terakhir. Melody meletakkan gelas pada meja bundar yang terletak di antara mereka berdua dan terdiam sejenak.

Ada apa?”,

Aku ingin menikah”,

Dengan siapa?”,

Entah.. kau tahu sejak hari itu aku tidak percaya lagi, atau mungkin, AH! Mungkin aku akan bersamanya lagi.. tapi nyatanya sepertinya dia benar-benar hilang”,

Apa yang membuatmu ingin menikah?”,

Aku ingin berdansa diiringi lagu melankoli yang menyenangkan dengan disinari sinar bulan purnama”,

Berdansalah, di luar sedang bulan purnama”,

Aku ingin berdansa dengannya dokter”,

Dengan siapa?”,

Dengan pasanganku”,

Kemudian?”,

Aku ingin melahirkan anak”.

Igi diam sejenak, ia terbang berkelana ke masa lampau.

 Aku menginginkan masa depan yang normal, aku ingin kehidupan yang bahagia, rumah kayu, penuh rak buku, sofa merah tua, secangkir kopi, secarik Koran, dua ekor anjing, sepasang kembar, dan ia disebelahku. Berkarya, dan aku adalah inspirasi dari karya-karya liarnya….

Igi kembali.

baik. Melody. Kau.. boleh bermimpi. Melody, ini sudah waktunya kau minum obat lagi”,

Bukankah wajar jika aku ingin berumah tangga?”,

Melody kau adalah seorang pria”.

 Melody lari menuju cermin, menangis dan berteriak memanggil ibu. Ia mencakar-cakar kulitnya sampai berdarah. Igi diam, membakar rokok, berjalan mengambil botol penuh kapsul, memasukkannya ke dalam tas Melody dan perlahan menyeret Melody agar keluar dari ruangannya.

Igi pulang kerumah. Igi memanggil Dana.

Dana, Melody ingin menikah, melahirkan anak,  dan berkembang biak. Itu delusi tergila sejauh ini”,

Karena ia seorang pria?”,

Bukan. Karena menikah bukan untuk berkembang biak. Rasanya, cinta lebih dari sekedar berkembang biak”.

Dana tidak menjawab apapun. Dana tahu apa yang harus ia lakukan. Dana menanggalkan pakaiannya. Igi menggunakan Dana sebagaimana Dana semestinya.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama