PADA PERTEMUAN ASA

0
97
dilihat

Sayang,
diriku yang kadang
diriku yang jarang
diriku yang hilang
(dirimu yang tenang)
darimu tak terbilang
dariku terombang
dariku berkembang
bimbang

——————————————————————————

Syahdan, sungguh aku melihat
ragu
pada tiap tatapan
gundah
pada tiap senyuman
jarak
pada tiap kebersamaan
harapan
pada tiap perasaan
: tiap kali denganmu

Hari hampir malam di Jakarta
Tokyo tersenyum sambil mengatakan, “sayonara”
bahasamu angin yang kunikmati di pinggir lembah
bahasaku meluncur bagai anak panah
––walau begitu––
diriku insyaf untuk menyatakan:
ialah cinta menghapus pengorbanan.

Kali ini,
biarkan tiada keluh
biarkan tiada lelah
biarkan tiada goyah
biar batinmu-batinku gemuruh:
kuserukan perasaanku!

 

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama