Sebelum Hari Ulang Tahunku

0
176
dilihat

Oleh Uma Yugure (@umayugure)

Waktu terus bergerak maju tanpa pernah lupa untuk meninggalkan masa lalu. Tanpa terasa waktu kembali membawaku kepada hari kelahiranku yang kian dekat. Seperti biasa, ada sebuah sindrom yang menghinggapiku di hari-hari menuju hari ulang tahunku. Sindrom itu tidak berupa kebahagiaan yang berlebihan, tetapi berupa dua buah ketakutan. Ketakutan yang pertama adalah ketakutanku akan menjadi dewasa. Banyak orang yang ingin cepat dewasa agar dapat melakukan semua hal yang diinginkannya tanpa perlu dihalang-halangi orang yang lebih dewasa. Namun hal sebaliknya terjadi padaku. Aku belum siap menghadapi hal-hal yang harus kuhadapi dan kulakukan ketika aku dewasa terlebih tahun ini adalah tahun terakhir bagiku untuk merasakan menjadi anak umur belasan tahun. Menjadi dewasa bukan hanya perkara mudah seperti kebebasan melakukan segala hal tanpa dihalangi oleh jeruji larangan maupun pintu perizinan. Terdapat beban tanggung jawab yang harus dipikul bahkan bukan hanya tanggung jawab terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain. Memikirkannya saja lebih dari cukup untuk membuatku pusing. Belum lagi hal-hal lainnya yang membuatku tidak siap untuk menjadi dewasa.

Ulang tahun tidak hanya identik dengan kue tart dan balon, tetapi juga kebahagiaan dan perayaan entah itu perayaan secara kecil-kecilan ataupun sebaliknya. Inilah ketakutan keduaku. Aku tidak lagi mempedulikan seberapa banyak orang-orang yang mengenalku mengingat hari ulang tahunku dan seberapa banyak dari mereka yang mengucapkan selamat kepadaku. Justru aku beruntung jika banyak yang tak tidak tahu akan hari ulang tahunku. Bukan karena diriku pesimis akan sedikitnya ucapan yang akan kudapat, tetapi justru aku sedih jika mereka ingat hari ulang tahunku tapi aku tak dapat membuat perayaan ulang tahun bersama mereka. Aku tidak mengharapkan belas kasihan ataupun hal serupa lainnya, tapi aku hanya merasa perlu untuk terus sadar secara penuh akan keadaanku ini. Di sisi lain aku ingin merayakaan hari kelahiranku bersama dengan teman-teman bahkan dalam angan terbesarku, ingin sekali aku mengundang banyak orang atau dengan kata lain pesta yang ingin kubuat adalah pesta skala besar. Tapi sayang di sisi lainnya adalah kenyataan yang harus kuterima dan hal itu tentunya tidak mendukung angan-angan yang sudah kubuat itu.

Di hari ulang tahunku nanti, tidak banyak harapan dan keingian yang ingin kusampaikan kepada Sang Pemilik Semesta. Tapi kalau boleh, aku ingin menyampaikan permintaan maafku kepada siapapun yang telah mengingat hari kelahiranku dan berdoa yang terbaik untukku karena aku tidak dapat melakukan perayaan bersama mereka bahkan pesta skala kecilpun tak dapat kulakukan, serta ucapan terima kasihku atas doa mereka di hari ulang tahunku nanti.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama