Sebrengsek inikah rindu?

0
127
dilihat

Oleh: @indah_amelia305

Pergilah cari tempat ternyaman yang lebih nyaman dari aku jika nanti aku rumah untukmu sejauh apapun kau pergi dariku kau akan tetap kembali padaku.

Pagi itu kau menemuiku dengan tatapan sendu seolah kau ingin kutatap  dengan begitu lama aku mencoba meberanikan diri menggenggam  tanganmu mencoba menyakinkanmu untuk mengutarakan apa maksudmu memaksa menemuiku setelah lama kita tak bertemu  dengan begitu lembut dan hangat kau membalas genggaman tanganku.
Rasanya masih sama seperti  dulu, seperti sebelum kau memutuskan untuk pergi  pikiranku mulai menerawang ke belakang. saat pertama kali kita berjumpa aku tak seberani ini menatapmu lebih lama mencoba mengingat setiap bentuk wajahmu yang  masih sama sesama saat kita berjumpa dulu hanya bedanya  ada bulu kecil dibawah hidung dan dagumu. Seolah mengatakan kau tumbuh dewasa dan mata itu mata yang masih sama mata yang tak berani berpaling saat kau jumpai awal pertemuan kita bibir tipismu yang selalu kau perlihatkan disenyuman manismu yang dengan tidak sadar aku membalas senyuman itu ada debaran yang hebat ketika kau tunjukkan senyuman itu debaran itulah yang membuatku untuk ingin tetap bersamamu lebih lama sebab aku menikmatinya.
Tanpa sadar kau mulai membelai pipiku dengan sentuhan hangat dan lembut yang kurasa dari tanganmu yang lebih besar dari yang dulu. Aku mulai tersadar dari lamunanku seketika aku terkejut dengan dengan aksimu ku tutup mataku mencoba memberikan reaksi pada belaian tanganmu yang masih menempel di pipi kiriku. Seketika ingatan itu kembali lagi saat kau melakukan hal yang sama setiap bertemu membelai pipiku yang langsung merah merona setiap kali aksi ini kau lakukan aku tak berniat menolak tanganmu untuk melakukan itu.
Perlahan aku membuka mataku saat tanganmu masih tetap pada posisi yang sama tampak sadari wajahmu sudah dekat beberapa inci dari wajahku. Aku sontak terkejut melihat aksimu yang belum pernah kau lakukan ini, tapi sepertinya kau menyadari kecemasanku dan mulai menyegerakan wajahmu perlahan lahan menuju telinga kananku lalu bibir tipismu berkata “ aku pulang membawa setumpuk rindu untukmu”.

Artikel SebelumnyaHujan dan Rasa
Artikel BerikutnyaStasiun Kereta
BAGIKAN

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama