Terima Kasih Papa, karena Selalu Membukakanku Pintu Pulang

0
314
dilihat

Aku tak ingat berapa kali papa terbangun karena panggilan dari telepon genggamnya di tengah malam. Ya, panggilan dariku selalu membuat ia terbangun, tak peduli walau kasur malam itu sudah nyaman mendekapnya. Dengan setengah sadar, ia membukakan pintu untuk anak gadisnya yang pulang kerja atau sekedar main saja. Ia tersenyum sambil menahan kantuk dan mengatakan “Baru pulang, kakak? Istirahat ya sayang”.

Aku tak ingat berapa kali papa khawatir ketika aku sulit dihubungi. Kebiasaanku menonaktifkan suara telepon genggam memang cukup menggangu beberapa orang, terutama orangtuaku. Mama selalu risau dan berpikir kemungkinan anaknya sedang mengalami kecelakaan. Papa pun begitu, namun papa selalu melakukan usaha untuk mencariku. Pernah suatu kali ia tiba-tiba muncul di depan pintu tempat kerjaku setelah puluhan panggilan yang tidak kuangkat. Aku sudah bersiap untuk dimarahi. Namun seperti biasa, papa hanya tersenyum dan mengatakan “ Belum pulang, sayang?”.

Aku tak ingat berapa kali ia menjadi tempatku menumpahkan perasaan setiap kali aku berdebat anggota keluarga lainnya. Ia selalu memiliki cara untuk menenangkanku. Ia tidak pernah menghakimi aku ataupun yang lain. Dipelukannya, aku selalu merasa aku telah “pulang”.   Semoga Tuhan selalu melimpahkan kebahagian dunia dan akhirat untuk Papa. Semoga Papa diberikan kesehatan dan umur yang panjang sehingga banyak pelukan yang masih bisa aku lakukan. Aku berharap segala yang aku jalani bisa menjadi kebanggaan buat Papa.

Terima kasih untuk tertawa yang kau buat sesaat setelah tangisku yang pilu. Terima kasih untuk selalu menjadi pintu pulangku.

Kakak sayang papa.

TULIS BALASAN

tuliskan komentarmu
silakan cantumkan nama